Berawal dari perkenalan via salah satu media sosial, lalu saling menceritakan tentang diri masing-masing, hingga timbul perasaan aneh ini. Mungkin sebagian besar orang mengatakan ini aneh. Jatuh cinta pada seseorang yang baru kita kenal, bahkan belum pernah bertemu.
Ya, aku adalah salah satu korban dari teknologi masa kini. Teknologi yang membuatku mengenal dia, seseorang yang kini hampir setiap malam meluangkan waktunya untuk bercerita tentang aktivitas yang dilakukan seharian.
Ada sesuatu hal yang sangat mengganjal di hatiku. Mungkin ini terdengar mustahil dan sebagian orang menganggap aku mengada-ada. Di hari pertama aku mengenalnya, saat terlelap dalam tidur, aku bermimpi bertemu dengannya dan dia mengatakan bahwa dia ingin menjalin hubungan serius denganku. Entah apa makna dari mimpi itu, padahal aku belum bertemu dengannya dan belum mengenalnya lebih jauh. Apakah benar, kalau mimpi merupakan pesan dari Allah?
Hari demi hari berlalu. Tanpa kusadari, muncul perasaan nyaman setiap kali bertukar cerita dengan lelaki yang hobi mendaki gunung itu. Semakin hari, aku semakin mengerti tentang dia. Dia, sosok lelaki yang ulet, penuh semangat dan bertanggung jawab terhadap apapun yang dia kerjakan. Cara pandangnya tentang kehidupan, menjadi salah satu alasanku kagum terhadapnya. Aku merasa senang setiap kali menerima pesan darinya. Entah kenapa, aku merasa gelisah jika sehari saja tak mengetahui kabarnya.
Dia pasti tau, kalau aku sedang menyimpan rasa untuknya. Hal-hal sederhana yang dia lakukan dan ceritakan, telah berhasil membuatku jatuh cinta sebelum bertemu. Andaikan dia tau, betapa besar harapanku untuk bertemu dengannya. Ingin sekali bertatap muka langsung dengan lelaki yang membuatku hampir seperti orang aneh, suka senyum sendiri setiap kali membayangkannya. Meskipun aku belum tau bagaimana wujud aslinya, bagaimana sifat aslinya, tapi sepertinya aku tidak terlalu peduli dengan semua itu karena aku terlanjur jatuh cinta dengannya. Tapi bagaimana dengan dia? Terbesit di pikiranku, mungkin dia akan kecewa kalau suatu saat bertemu denganku, tau wujud asliku, dan sifatku yang mungkin tak sesuai dengan ekspektasinya.
Hingga saat ini, namanya selalu kusebut dalam doaku. Semoga suatu saat nanti, kita benar-benar dipertemukan oleh Sang Maha Kuasa. Semoga suatu saat kita bisa pergi bersama ke gunung, karena aku ingin kamu menjadi orang yang pertama kali menemaniku menikmati indahnya puncak gunung.
Entri ini ditulis pada saat cuaca mendung di siang hari, lengkap dengan senyuman dan mata yang berbinar-binar. :)